Spesial Hari IBU

Assalamu’alaykum Ukhty,,
Spesial hari Ibu, Kopdar kali ini diramaikan dengan berbagai games.
Salah satu gamesnya adalah menulis “Surat Cinta untuk Ibu”  dengan waktu selama 10 menit.
Ini dia 3 pemenangnya,,
semoga bermanfaat,,
semoga menginspirasi,
SELAMAT HARI IBU

To be wow

__________________________________________________________________________________

Assalamu’alaikum  warrahmatullahi wabarakatuh,,

Ibuku Tercinta,,

Ibu, semoga sedikit coretan ini bisa mewakili isi hatiku.
Ibu, sekarang anakmu-pun telah menjadi seorang Ibu.
Subhanallah,, Luar biasa, Beginikah yang dulu engkau rasakan.
Bahagia,bingung, takut, dan bercampur baur semua rasa ini begitu tau aku hamil.
Bagaimana kelak aku harus melahirkan, menyusui serta membesarkan dan mendidik anak-anakku hingga dewasa.

Dan tidak sampai disitu, bahkan kelak semuanya harus dipertanggung jawabkan di hadapan-Nya.
Ibu, setelah merasakan menjadi seorang ibu, aku lebih tau bagaimana engkau dulu harus membuang jauh egomu.
Engkau selalu mendahulukan kepentingan kami, anak-anakmu.

Disaat kami membuat masalah, engkaulah juga pertama dinilai orang.
pengorbananmu sugguh luar biasa, tak mungkin aku dapat membalasnya. Disaat belum puas aku berbakti, kini harus kualihkan segenap perhatian pada anak dan suami.

Maafkan aku, Ibu.
Maaf, aku tak mungkin membalas jasamu.
Kepada-Nya, kumohon tempat terindah di surga

Sila, anakmu,

___________________________________________________________________________________
Assalamu’alaikum, Mama..
Bagaimana kabarmu di sana?
ananda berharap engkau dan papa serta adik selalu dalam lindungan Allah.
Mama,
maafkan ananda yang belum bisa memberikan cinta sebagimana cintamu kepada ananda,
begitu banyak yang telah engkau perjuangkan untuk bidadari dunia yang telah lahir 23 tahun lalu,
yang dulu kau timang dengan penuh kasih sayang,
yang dulu kau temani belajar hingga rembulan bersinar dengan tenangnya,

Mama,
maafkan ananda yang belum bisa membahagiakan engkau sebagaimana engkau membahagiakan ananda,
begitu banyak campur tangan kasih sayangmu dalam hidup yang hampir seperempat abad ini,
begitu banyak kesalahan yang ananda perbuat,
begitu seringnya ananda mengabaikan nasihat dan anjuran dari bibir manismu,

Mama,
ananda sangat menyayangimu,
terima kasih telah menjadi jembatan terindah untuk ananda hingga ananda berada pada titik ini,
begitu luar biasa perjalanan bersamamu,
yang dulu, selalu menemanimu berjualan di pasar dengan menaiki sepeda ontel yang telah ringkih,menaiki tangga pasar dan menyusuri bagian pasar untuk menjajakkan makanan dengan mengendong adik bungsuku yang cantik dan kedua tangan yang penuh dengan jinjingan.
Meski terkadang hanya pulang dengan membawa uang puluha ribu,engkau tak menampakkan rasa lelahmu dan kecewamu, bahkan engkau masih menawarkan kepada ananda untuk membeli jajanan yang ananda sukai,
tak akan kulupa perjuanganmu,
terima kasih atas kisah indah itu,,

waktu terus berlanjut,
hari berganti bulan, bulan berganti tahun,
hingga tiba saatnya, ananda harus merantau ke kota seberang yang jaraknya hanya 2-3 jam dari rumah tercinta, ya mungkin itu bagian dari jawaban do’amu.
teringat sekali, empat tahun lalu, ananda ingin sekali melanjutkan studi di Bandung atau Jakarta namun engkau masih belum bisa merelakan bahwa buah hatinya  yang masih manja pergi terlalu jauh dari pelukannnya,
namun ananda sangat bersyukur sekali atas do’amu Mama,
Sebuah Kampus Perjuangan ini telah mengajarkan ananda banyak hal, Mama.
Beribu kata indah mungkin belum bisa menggambarkan spektra hati  yang terjadi selama empat tahun lebih di kota ini.

saat awal ananda berada di kota ini, setiap akhir pekan dering handphone selalu berbunyi bahkan hampir setiap hari namun terkadang ananda tak sempat mengangkatnya atau bahkan terlalu lelah mengangkat telpon darimu di tengah sibuknya tugas kuliah, tugas pengkaderan, amanah yang semakin banyak.
Teringat sekali , engkau akan hal sederhana yang selalu engkau tanyakan kepada ananda saat telpon,
“Kapan pulang, Nduk?”
“sudah makan?”
“makan sama apa?”
“masih punya cukup uang?”

semua itu engkau tanyakan hanya untuk memastikan bahwa buah hatinya yang tak bisa dijaga dengan kedua tangannya baik-baik saja.
Maafkan ananda, Mama.
Maafkan,,
Beribu kali ananda mohon maaf mungkin rasanya tak akan cukup.

Mama,
begitu besar rasa gengsi yang ada untuk mengatakan bahwa ananda sangat menyangimu, dan memeluk erat tubuhmu,
ingin kusingkirkan jauh rasa gengsi itu dan mengatakan,
“Mama, ananda menyayangimu (sambil memeluk erat tubuhmu)”

 

Semoga apa yang ananda lakukann bisa menjadi ladang amal dan pahala untukmu, Mama.
Semoga kita berkumpul dalam surga-Nya.

Salam Sayang,
Buah Hatimu,
Masjid Baiturrozaq Sier Surabaya, 21 desember 2014

 __________________________________________________________________________________

Assalamu’alaikum warrahmaullahi wabarakatuh.
Bismillahirrohmanirrohiim,

Ibuk, Ibuk, Ibuk,Ibuk,,
Ibuk dengarkan, itu panggilan yang sering aku ucapkan buat ibuk.
Kangen deh sama Ibuk. Kita udah lama tak serumah dari aku SMA, aku sudah ngekos,
Sering banget malem-malem keinget ibuk, cerita bareng di kamar, peluk-pelukan, cubit-cubitan, marah-marahan, ketawa-ketawa.

Ibuk itu lebih dari hanya seorang penjaga,
Ibuk itu sahabatku.
Satu-satunya orang yang tau semua masalahku.
Satu-satunya orang yang tau kapan air mataku jatuh.
Satu-satunya orang yang sanggup menyeka air mataku.

Ibuk,, inget nggak tiap minggu dulu kita sering banget main salon-salon-an hehehe
Maaf sekarang aku jarang pulang,
Ibuk juga sering bilang kenapa sering banyak acara.
Maaf Ibuk, aku disini in syaa Allah tak melakukan hal yang sia-sia.
Apa yang aku lakukan disini, in syaa Allah untuk ibu dan bapak juga.
Aku ingin menjadi anak yang sholehah agar doaku untuk Ibuk dan Bapak tak akan terputus bahkan ketika kita harus berpisah untuk selamanya nanti.

Maaf Ibuk, aku selalu mencintai dan menyaanimu hina kadan aku serin merenekk manja. Padahal sudah sering engkau ingakan aar aku bisa lebih dewasa.
Maaf Ibuk, aku belum bisa. In syaa Allah aku terus belajar.

Terima kasih banyak Ibuk,
semua orang tau kalau apa yang telah engkau berikan padaku takkan bisa terganti.
Tapi aku mohon padamu, doakan terus anakmu ini agar menjadi anak sholehah,
agar kelak kita bisa saling memanggil ketika Allah menghitung amal kita,
agar kelak kita bisa berkumpul lagi di surga.

“Besok kalau aku pulang, kita main salon-salon-an lagi ya,
aku yang facial Ibuk, Ibuk yang motong rambutku.”

Dari Anakmu yang manja dan yang sangat menyayangimu,
-Arin-

___________________________________________________________________________________

Belajar sama-sama.
Sama-sama Belajar.
karena Menikah bukan sekedar tentang cinta.

Belajar Jadi “ISTRI ROMANTIS”

Resume kopdar#¹³ Komunitas To Be Wonderful Wife
Ahad, 7 Desember 2014
Oleh : dr. Dyah Sania
(Dokter perusahaan, ibu dari 2 putri)

Belajar jadi istri romatis, yuk..
Apa itu romantisme? Romantisme adl bentuk kasih sayang yg bukan hanya utk pasangan, tp kepada siapa saja, bisa anak, bisa orang tua. Romantis bisa jadi berupa permintaan maaf terlebih dahulu walau tidak bersalah.

Lantas bagaimana cara beromantis ria jika kita belum menikah? Keluarkan saja kemanjaan dan keromantisan kepada sesama perempuan.

Kenapa sih harus romantis?
a. Romantis adl wujud dari cinta yg digunakan sebagai salah satu pondasi pernikahan
b. Pernikahan merupakan ibadah. Segala sesuatu yg menjadi syarat terjadinya ibadah, maka akan menjadi wajib hukumnya. Jika wudlu adl syarat sholat, maka wudlu menjadi wajib hukumnya. Jika menjaga cinta dlm rumah tangga bisa dilihat dari romantisme yg ada, maka romantis menjadi wajib hukumnya.

Nah, bagaimana keromantisan dlm rmh tangga bisa terwujud?

Kebanyakan dari kita menjawab, “Saya gabisa. Saya orangnya gak romantis. Malu ah romantis2. Kayak anak muda aja.” Hello, romantis bukan hanya milik anak muda ya. Kita bisa romantis, kalau udah biasa. Bisa tidak bisa hanya dibatasi oleh kertas yang namanya BIASA. Bagaimana supaya terbiasa, berikut step-stepnya:

A. Pahami bahwa kita, wanita dan pria, adl manusia dari planet yg berbeda (based on men are from mars and women are from venus’ book).
Wanita minta didengar. Pria adl pemberi solusi. Cara kita mencintai pasangan biasanya berdasar dari cara yg kita inginkan, bukan dari yg pasangan butuhkan. Jangan pernah menuntut orang lain paham jika kita tak bisa memahami mereka terlebih dahulu.

B. Kenali karakter pasangan dan optimasi.
Pendekatan dilakukan dengan mengenali karakter pasangan. Karakter tersebut bisa dilihat dari melankolis, sanguinis, koleris atau plegmatis. Selain itu juga bisa dilihat dari pendekatan auditory, visual, dan kinestetik.
Auditory: senang mendengar, bercerita, musik
Visual: menyukai kerapian, mix and match, suka mengamati
Kinestetik: suka bergerak
Rumusnya adalah, mencintai dgn mengenal target. Kenali target (pasangan) kita dengan pendekatan karakter di atas.

C. Sampaikan keromantisan dengan cara apapun, sesantun-santunnya.
1. Sampaikan apa yg positif dari pasangan kita.
2. Sampaikan apa yang kita sukai dari pasangan kita.
3. Tanyakan apa yg disukai dan apa yang diinginkan dari pasangan kepada kita.

D. Kenali momen pasnya dan optimasi
Saat yang pas untuk romantis adalah setelah melakukan hubungan suami istri. Sampaikan semua keluh kesah pada momen ini. Hindari kata JANGAN. Hindari kalimat panjang yang lebih dari 10-11 kata. Selain itu, jangan angkat masalah namun hendaknya lebih ke perintah halus yg bisa dijalankan.

E. Update sumber inspirasi keromantisan. Bisa dari rasulullah, qur’an dan hadits.
Misal : http://www.fiqhislam.com/index.php…

F. Optimasi gelombang alfa/teta yang siap diafirmasi (perintah secara berulang)
Kapan gelombang alfa/ teta muncul? Saat 5 menit sebelum dan setelah bangun tidur.
Saat gelombang teta terbentuk, segala afirmasi akan diterima dan dicerna dengan otak secara mudah. 80% keputusan/ tindakan dipengaruhi oleh alam bawah sadar yang bisa dilatih dengan afirmasi saat gelombang teta terjadi. Ulangi perintah tersebut dengan satu perintah yg sama dalam bbrp waktu tertentu. Hindari kompleksitas perintah krn akan membuat otak bingung mencerna. Contohnya:
Papa romantis bangun dong
Adek yg sabar ayo bobok
Cara afirmasi gelombang teta bisa dilakukan dengan mengelus belakang kepala sampai punggung.

Link audio kopdar#¹³ dapat diunduh disini :

https://www.dropbox.com/…/2BWOW_Belajar%20Menjadi%20Istri%2…

Tak perlu malu untuk menjadi Romantis , Ukhty,,
Selamat belajar dan selamat mencoba,,

🙂

Jangan Ada Keributan Gara-Gara Kata “JANGAN”

Assalamualaikum wr wb. Ukhty Shalihah,,

Waktunya share artikel parenting yaa. Kali ini mengenai perbedaan sudut pandang penggunaan diksi “jangan” dalam pengasuhan dilihat dr sudut pandang ilmu psikologi barat dan Al Quran. Semoga bermanfaat..

by : bendri jaisyurrahman (twitter : @ajobendri)

1. Beberapa hari ini banyak yg tanya saya (lebih tepatnya ajak diskusi) seputar kata “jangan” dalam ilmu parenting dan Alquran

2. Sebagian ada yg mengatakan kata “jangan” sebaiknya dihindarkan diganti kata anjuran. Ini ajaran parenting

3. Sebagian yg lain justru mempertentangkan dgn berdalih bahwa alquran justru banyak memuat kata jangan. Apakah quran salah?

4. Ujung-ujungnya saling melabel. Seolah-olah ilmu parenting yg menolak kata “jangan” dianggap tidak islami, pro yahudi, dsb.

5. Nah, ini yg saya khawatirkan. Pertentangan yg berujung kepada labeling. Jangan-jangan ini disengaja. Eh kok pake kata “jangan”?

6. Bukannya sok bijak. Sebab orang sok bijak sok bayar pajak hehe.. Tapi bersikap ekstrim meskipun baik tidak sesuai sunnah nabi.

7. Hakikatnya, islam ini agama pertengahan (ad diinul wasath). Maka tindakan menyalahkan ilmu yg bersumber dari barat tanpa dicari akarnya juga tak tepat

8. Seolah-olah kalau parenting itu dari barat jelas-jelas salah. Langsung tertolak. Padahal kita sering makan dari barat semisal rendang dari sumatera barat ‪#‎eh‬

9. Ilmu parenting pada dasarnya bagian dari ilmu “keduniawian” dimana rasul mengatakan “kalian lebih tau urusan dunia kalian”. Artinya silahkan inovasi

10. Tentu bukan berarti islam tak punya konsep dasar. Sama seperti ilmu kedokteran, parenting juga punya dasar ilmunya

11. Tapi Islam tak menolak inovasi dalam bidang kedokteran sebab berprinsip “hukum asal muamalah adalah boleh kecuali ada dalil yg melarang”

12. Maka, inovasi dalam kedokteran semisal operasi jantung, kemotherapi, dan cesar itu boleh kecuali yg jelas ada larangannya

13. Sama juga dgn ilmu parenting. Muncul banyak inovasi yg tak semuanya kita tolak kecuali dgn dalil yg tegas.

14. Mengenai kata “jangan” itu sendiri tak perlu kita cari dalih. Hal ini memang ada dalam alquran. So what?

15. Tentu sesuatu yg berada dlm alquran tak boleh diragukan. Ini wilayah iman (QS 2:2)

16. Namun, sesuatu yg ada dalam alquran tentu harus dilihat prakteknya dalam keseharian nabi. Sebab beliau sejatinya ‘penerjemah’ terbaik maksud dari alquran

17. Jika hanya berdasarkan quran tanpa lihat praktek nabi, hati-hati bisa terkecoh. Bisa-bisa malah aneh.

18. Sholat, contohnya. Dalam quran perintahnya hanya rukuk dan sujud (qs 48 : 29). Jika tanpa melihat rasul, maka kita akan anggap sesat orang yg iktidal atau duduk tahiyat

19. Begitu juga penggunaan kata “jangan” dalam quran. Kita harus dudukkan dalam konteks ilmu parenting yg dicontohkan Rasul

20. Itu artinya, mari kita tengok sejarah bagaimana sikap rasul kepada anak-anak? Dan kita akan dapati beberapa perlakuan yg “beda”

21. Sesuatu yg dilarang kepada orang dewasa ternyata dimaklumi bahkan dibolehkan kepada anak-anak

22. JIka orang dewasa dilarang main patung atau boneka, ternyata anak-anak boleh. Aisyah contohnya

23. Jika orang dewasa dilarang ngobrol atau bercanda dalam sholat. Maka khusus anak-anak semisal husein, main di punggung rasul bahkan dibiarkan

24. Bayangkan, kalau yg main di punggung itu Umar. Mungkin sudah rasul marahin

25. Bahkan ada seorang anak yg pipis di baju rasul, dibiarkan. Tak dilarang. Kalau itu sahabat? Mungkin udah dikeroyok sama yg lain

26. Karena itu, melihat penggunaan kata “jangan” dalam alquran tak boleh sembarangan. Ada patokan dan standarnya

27. Untuk anak kecil yg belum baligh tentu beda perlakuannya dengan orang dewasa

28. Bahkan sesama orang dewasa saja masih ada perlakuan yg beda. Contohnya orang badui yg pipis di masjid nabawi dibiarkan, tak dilarang

29. Kenapa? Karena orang badui itu tak tahu alias bodoh. Inilah hebatnya rasul. Bersikap berdasarkan konteks kejadian

30. Jadi ayat tak dikeluarkan serampangan. Indah betul Islam ini jadinya

31. Karena itu, sebagai panduan penggunaan kata jangan ada beberapa pembahasan yg lumayan panjang. Salah satu yg mau saya bahas disini yakni konteks usia

32. Minimal ada 3 konteks usia penggunaan kata jangan sesuai sikap nabi : utk anak yg belum berakal, untuk anak yg sudah berakal dan utk remaja atau dewasa

33. Untuk remaja atau dewasa rasul tak ragu untuk memberikan kata jangan jika memang membahayakan agama orang ini. Biasanya terkait akidah dan akhlak

34. Sementara utk anak, rasul sikapnya beda. Rasul bedakan yg sudah berakal mana yg belum.

35. Caranya sesuai petunjuk rasul dlm urusan perintah sholat yaitu “jika sudah bisa bedakan kanan dan kiri”. Itu artinya sudah diajak berpikir

36. Nah, untuk anak tipe ini (bisa bedakan kanan dan kiri) kata larangan atau “jangan” dibolehkan.

37. Tapi lebih elok jika ditambah solusinya agar mereka tau apa yg harus dilakukan. Ingat mereka minim pengalaman

38. Hal ini dialami oleh Rafi’ bin Amr Al Ghifari yg punya hobi melempar kurma. Rasul melarangnya namun kasih solusi.

39. Solusinya adalah kalau mau makan kurma, yg jatuh di tanah, tak perlu dilempar. Indah kan?

40. Sementara untuk anak yg belum bisa berpikir, rasul tak melarang. Lebih banyak memberi tahu sikap yg tepat. Bahkan cenderung membiarkan

41. Yang dibiarkan rasul juga biasanya terkait dgn hal-hal yg berkaitan dgn eksplorasi skill.

42. Rasul bahkan memotivasi anak yg lagi main panah di mesjid dgn ucapan “teruslah memanah. Sesungguhnya kakek moyangmu ismail seorang pemanah”

43. Kalau anak sekarang main panah di masjid? Udah jadi rempeyek dihujat jamaah hehe

44. Makanya, yg kedua yg harus dipahami selain konteks objeknya juga konteks apa yg dilarang

45. Jika untuk eksplorasi skill hindari kata jangan. Agar anak termotivasi kembangkan potensi. Tapi untuk eksplorasi spiritual dan emosi silahkan pakai “jangan” dgn penjelasan

46. Contoh penjelasan dlm quran “jangan ikuti langkah syetan, syetan itu musuh nyata bagimu”

47. Lebih elok jika larangan ada penjelasan. Tentu ini pas bagi anak yg sudah berpikir.

48. Di masa rasul ada seorang anak yg makan berlari-lari. Rasul ucap : ‘Nak, sebutlah nama Allah. Pakai tangan kananmu dan makan yg paling dekat denganmu’

49. Rasul tak keluarkan kata ‘jangan’ karena anak ini butuh tindakan konkret apa yg harus dilakukan saat itu

50. Kesimpulannya, gak perlu bersikap ekstrim. Parenting meski dari barat bisa jadi adalah hikmah kaum muslimin yg tercecer

51. So, buanglah sampah pada tempatnya ups..maksudnya pakailah kata jangan pada konteksnya.

52. Sekarang, silahkan cicipi jangan nya (alias sayur) – bendri jaisyurrahman-

Semoga bermanfaat,,
Mari bermetafosis bersama,
Karena menikah bukan sekedar tentang cinta.

Jaga Cantikmu, Bahagiakan Suami

Cantik

Resume kopdar#¹² To Be WOW
Ahad, 23 November 2014
Oleh Ibu Enny. N. Yasin
Owner Alfafa Salon & Spa Muslimah

Sebagai muslimah, kita harus selalu percaya diri. Karena ALLAH menciptakan muslimah itu cantik dari ujung rambut sampai ujung kaki. Setiap negara mempunyai kriteria cantik menurut standart mereka sendiri.

US menjadi kiblat atau barometer kriteria cantik. Hingga jika ada kontes kecantikan, mereka menjadikan kriteria US menjadi kriteria cantik.

Wanita demi kecantikan, rela merogoh uang dalam-dalam dan tidak menjadi diri mereka sendiri.

Padahal dalam Islam, cantik tidak sepenuhnya dimaknai demikian. Fitrah muslimah memang ingin terlihat cantik. ALLAH itu indah dan menyukai keindahan.

Keindahan tidak diidentikkan dengan cantik fisik semata, tapi lebih pada keserasian dan keseimbangan yg menyeluruh baik dari luar maupun dari dalam. Jadi makna cantikpun menjadi luas.

Perempuan perlu membuka wacana untuk mensyukuri nikmat berupa keindahan fisik yang diberikan oleh ALLAH dengan menjaga dan merawatnya. Cantik tak selamanya mahal dan bisa berawal dari rumah.

Menurut survey, 9 dari 10 laki-laki akan melirik wanita yang melintas didepan mereka. Godaan laki-laki memang lebih pada pandangannya. Oleh karena itu dirasa penting bagi Muslimah merawat dan menjaga cantiknya dalam rangka menyenangkan hati suami dan meminimalisir hal-hal yang tidak dikehendaki dalam sebuah pernikahan.

Outter beauty memang bukan satu-satunya poin, tapi merupakan faktor pendukung untuk kebahagiaan suami istri.

Tips- tips praktis untuk menjaga kecantikan :

WAJAH
Ada beberapa tipe wajah yang perlu kita ketahui agar tetap cara merawatnya.

1. Kulit normal
Kadar minyak dan air seimbang. Pori2 kecil, lebih halus, dan terlihat segar. Collagen untuk menyeimbangkan kadar air dan kadar minyak pada wajah.

2. Kulit kering
pori2 lebih kering, lebih banyak menggunakan moisturizer untuk melembabkan.

3. Kulit berminyak
pori2 besar, lebih banyak menyerap noda yang bisa menyebabkan jerawat

4. Kulit berjerawat
pori2 besar dan bisa menimbulkan jerawat.

5. Kulit sensitif
Sensitif akibat sesuatu. Mulai dari makanan, kosmetik, atau sinar UV.

TUBUH
Badan yang sudah longgar dan miss V yg longgar setelah melahirkan.
Fitrahnya, suami suka yg berisi bukan yg berlebih-lebih. Yg lebih dibutuhkan suami adalah senyuman istri.
Senyuman istri adalah hal yang membahagiakan suami. Di mulai dari terbitnya matahari hingga terbenamnya mata suami. Tidak boleh mengeluh, cemberut, galau. Jangan lupa untuk berolahraga. Menjaga pola makan.

RAMBUT
Pakai jilbab yg nyaman dan jangan memakai jilbab dengan keadaan rambut yg basah.
Memakai shampoo dan conditioner yg sesuai dengan rambut. Keramas 2 hari sekali.

Lebih lengkap, silahkan dowload link rekaman kopdar berikut ini :

https://www.dropbox.com/…/2bewow%20-%20Jaga%20cantikmu_1.m4…

https://www.dropbox.com/…/2bewow%20-%20Jaga%20cantikmu_2.m4…

Mau dong tampil cantik sedari dini,,
Jaga Cantikmu Ukhty,,
Selamat Mencoba,,,

bigstock-Sad-Child-37696189
Emosi pada anak bisa diajarkan sejak dini lho, hal ini penting untuk perkembangan pribadi & sosialnya.

# Mengenal Emosi Diri (mulai usia 2 tahun).
Sebutkan berbagai emosi.Semisal, balita sedang cemberut, Anda bisa bertanya, Kenapa kamu cemberut sayang? Kesal karena dilarang bermain, ya? Dengan begitu anak dipandu untuk terbiasa mengenali kondisi emosinya dan penyebab munculnya emosi itu. Semakin sering balita mendengar jenis emosi dan pemicunya, ia belajar menilai sendiri emosi seperti apa yang sedang terjadi padanya.

Tiap minggu, gambarkan perasaan yang dialami. Anda dapat memberi warna biru untuk rasa sedih, merah untuk kejutan, merah muda untuk senang, dan hitam untuk perasaan marah. Bahas dengan anak setiap kali dia merasakan salah satu dari perasaan-perasaan yang Anda tempelkan tanda warnanya di kulkas rumah.

# Kontrol Diri (bisa mulai usia 2 tahun)
Tidak semua keinginan terpenuhi dalam waktu singkat. Ia harus belajar bersabar untuk mendapatkan benda yang ia inginkan. Semisal ia merengek minta es krim. Anda bisa memintanya bersabar karena es krim harus dibeli dulu. Bila balita tetap merengek, tarik napas dalam-dalam dan hitung sampai sepuluh. Tinggalkan anak dengan orang yang bisa dipercaya, lalu temui mereka kembali setelah balita tenang.

Menangis atau berteriak-teriak tak akan menyelesaikan masalah. Contohnya, Anda tidak akan tergerak memberikan kue sampai ia bicara dengan suara pelan.

Belajar konsekuensi. Jika diajak ke pertokoan dan di sana ia menangis dan merengek, ajak ia langsung kembali ke mobil tanpa membeli apa-apa.

# Memotivasi diri sendiri (dari usia 1 tahun).
Berlatih menghadapi kesulitan, terbangun mentalitas anak yang kuat, yakni tidak cengeng, tidak menyerah menghadapi kesulitan. Contoh sederhana ketika anak belajar jalan dan ia jatuh, ibu merespon, “Ayo bangun lagi.. Dengan begitu anak akan berusaha bangkit tanpa menangis. Jika Anda langsung menolong, ia cenderung menangis karena dengan menangis ia yakin Anda tidak akan melepaskannya lagi.

Belajar tanggung jawab, ketika anak lelah bermain dan ingin segera makan, arahkan ia untuk membereskan mainannya dahulu baru makan.

Memberi kesempatan mencoba dan mengajarkan kemandirian.
Pola pengasuhan yang serba melayani kebutuhan anak, membuatnya tak cepat mandiri. Beri dia motivasi untuk melakukan segala sesuatunya sendiri. Tegaskan ia mampu. Jika gagal, dorong balita untuk mencoba lagi.

# Mengenali emosi orang lain/empati (bisa dari usia 2 tahun).

1. Lewat contoh dan tindakan. Semisal, melihat anak memukul kucing peliharaan. Katakan, Sakit lho kalau dipukul. Coba kalau Ibu membelai kamu rasanya lebih enak, kan? Dengan cara ini, secara langsung Anda memberi anak pengertian, memukul itu tidak baik.

2. Beri pujian. Bila anak berbuat baik, seperti mau meminjamkan mainan pada teman, katakan bahwa sikapnya itu tepat. Anak Ibu baik sekali mau meminjamkan mainan ke teman. Lihat, temanmu senang sekali.

3. Perhatikan kebiasaan orang lain. Ajarkan anak untuk memerhatikan kebaikan orang lain. Ajak ia memerhatikan seseorang yang membantu orang lain, Lihat anak itu, baik sekali ya, mau mengambilkan kotak susu kamu yang terjatuh.

4. Menunjukkan beragam emosi lewat media seperti gambar, televisi, majalah, buku dan sebagainya. Jangan lupa sebutkan situasi emosi para tokoh dalam media tersebut. Misalnya membacakan buku cerita tentang anak yang gembira karena ayahnya membelikan sepeda yang sudah lama diidam-idamkannya.

5. Beri komentar seperti, ” Lihat, Chandra senang karena ayahnya membelikan sepeda.”

# Pandai membina hubungan (bisa diajarkan mulai usia 1 tahun).
1. Jangan membatasi lingkungan bermain. Biarkan anak bermain dengan siapa saja yang disukainya. Orang tua perlu mendampingi anak, terutama jika memasuki lingkungan baru. Namun bukan berarti harus selalu berada di sebelah anak, setidaknya ada di sekitarnya. Ini penting mengingat anak belum mampu menilai benar dan salah
.
2. Mengajak kumpul-kumpul acara keluarga atau teman-teman seperti acara ulang tahun anak teman atau sepupu. Dengan begitu balita kenal anak-anak dan keluarga lain.

Sudah Cerdas Emosi Jika:
– Mengenali emosi diri. Bila si kecil melihat anak lain menangis atau ngambek, apakah si kecil tahu anak itu sedang sedih atau kesal?
– Mengontrol diri. Apabila anak lebih menggunakan cara komunikasi verbal untuk menyelesaikan masalah daripada menangis atau berteriak-teriak. Semisal meminta sesuatu yang tidak mungkin didapatnya sekarang.
– Memotivasi diri. Jika sudah bisa bertanggungjawab terhadap apa yang dilakukannya, semisal, membereskan mainannya sendiri tanpa disuruh setelah selesai bermain.
– Mengenali emosi orang lain. Bila anak mampu berempati kepada kesedihan orang lain. Semisal menghibur teman yang sedang menangis.
– Membina hubungan dengan orang lain, semisal mengalah meminjamkan mainan kepada adik yang meminta mainannya.

Nah, tentunya tidak perlu menunggu memiliki anak, untuk berlatih parenting kita bisa memcoba bersama adik,.keponakan bahkan tetangga…

Selamat mencoba ^^

Ketika Harus Memilih Antara Karir dan Full Mother

Beberapa hari lalu, saya diminta adek-adek farmasi unair untuk mengisi kajian jumat (21okt2011) dengan materi wanita karir vs ibu rumah tangga. Saat itu saya tanya kepada adek yang mengundang, kenapa mengangkat tema ini?

Ya, karena tema ini merupakan rangkaian dari 2 materi sebelumnya. Muslimah, who am i? Dan peran muslimah (termasuk didalamnya peran dan keutamaan menjadi istri dan ibu)
Nah, pekan ini kami mau tahu,sebagai wanita yang mengenyam pendidikan, kami juga dibatasi pula dengan kodrat sebagai seorang ibu. Kurang lebih begitu.

Yah, dan akhirnya inilah ijtihad saya yang tersampaikan kepada adek-adek farmasi siang kmrn.

############

Sebenarnya tidak pas kalo judul diskusi kita kali ini menggunakan kata versus “vs” karena itu tidak sebanding. tidak bisa dibandingkan. tidak seperti pertandingan tinju, yang saling menjatuhkan, mengalahkan.

Satu prinsip yang mesti kita sepakati dulu adalah bahwa menjadi Wanita karir itu pilihan. Tetapi menjadi ibu rumah tangga adalah suatu kewajiban. Dan memang seluruh peserta menyepakati point ini. Kita tidak bicara kondisi ketika kita masih lajang. Tetapi kita bicara pilihan yang mesti kita ambil saat kita telah memasuki biduk rumah tangga, menikah.  Continue reading

Melahirkan Nyaman dan Mudah dengan Hypnobirthing

hypnobirthing-natural-birth

Resume kopdar#9 komunitas to be wonderful wife
Ahad, 21 September 2014
Oleh : dr. Astie Young, dipl. Cidesco, CHT, MNLP
Owner metamorphosis clinic, Hypnobirthing Surabaya
0317327165
sms – wa : 082233361424
pin bb : 7D17C581
@hypnobirthsby

Kita mengenal ada 2 jenis cara melahirkan. Normal dan cesar. Secara umum melahirkan normal bisa dikatakan lebih baik karena beberapa hal, antara lain :

  1. Penyembuhan lebih cepat. 3 jam setelah proses melahirkan sudah bisa beraktifitas seperti duduk dan jalan.
  2. Bonding/ hubungan ibu dan bayi lebih erat
  3. Lebih murah biayanya
  4. Fight/ daya juang bayi lebih baik. Karena saat proses kelahiran normal 75% adalah perjuangan bayi, dan sisanya adalah perjuangan ibu.

Kelahiran normal berarti lewat miss v. Umumnya kelahiran terjadi pada usia kehamilan 39-40 minggu. Bisa maju, bisa mundur. Usia 42 minggu masih bisa dilakukan kelahiran normal asal detak jantung bayi dalam kondisi baik, ketuban utuh dan tidak keruh serta kondisi ibu juga baik.

Pada kelahiran normal akan diawali oleh kontraksi. Kepala bayi akan mendorong ke bawah untuk membuka jalan lahir. Ini yang membuat banyak ibu merasakan sakit. Perasaan takut, tegang, panik dan sebagainya justru akan membuat semakin sakit.

Pada kondisi2 tertentu, ibu yang siap melahirkan normal dan sudah melewati masa kontraksi bisa disarankan beralih ke operasi cesar. Beberapa pertimbangannya a.l jalan lahir terbuka lama,detak jantung bayi jelek dan bayi stress, ketuban keruh atau kurang, ibu kelelahan saat mengejan, dsb. Medis akan melihat kondisi ibu dan bayi dalam kandungan apakah perlu diambil tindakan cesar atau tidak.  Continue reading